Rabu, 16 Maret 2011

33 Pertanyaan tentang Fakta dan Fiksi dari Novel (Film) Angels and Demons (Malaikat dan Iblis)
Diterjemahkan oleh Leonard T. Panjaitan (http://ourunity.blogspot.com)
1. Apakah Angels and Demons itu?
Angels and Demons adalah sebuah novel fiksi karya Dan Brown yang bercerita tentang penelusuran misteri dan ancaman Illuminati terhadap Gereja Katolik dengan cara menghancurkan Kota Vatikan dengan menggunakan bahan anti-materi. Pencarian misteri ini melibatkan seorang ahli simbologi dari Universitas Harvard yang bernama Robert Langdon. Novel ini menggunakan berbagai macam kebohongan umum tentang konflik yang terjadi antara ilmu pengetahuan dan agama, dengan penekanan khusus pada kebencian dan ketakutan Gereja Katolik terhadap sains.

Novel ini merupakan pendahulu dari novel sebelumnya The Da Vinci Code, dan memperkenalkan kepada khalayak pembaca sosok seorang Robert Langdon, yang berperan sebagai protagonis dalam novel ini. Novel Angels and Demons ini berbagi banyak kesamaan dengan The Da Vinci Code, seperti adanya konspirasi, komunitas rahasia, dan banyak lagi kebencian terhadap Gereja Katolik. Berpura-pura mengarah kepada dunia ilmu pengetahuan dan penelitian sejarah kuno dan arsitektur, maka dalam novel ini simbolisme lah yang mendominasi alur cerita. Sebuah film adaptasi di AS dijadwalkan akan dirilis pada 15 Mei 2009.

Kontroversi The Da Vinci Code


Dianggap Melecehkan dan Menghina Gereja
Oleh : Iwan Samariansyah
iwansams@jurnas.com

NOVEL "The Da Vinci Code" benar-benar telah menimbulkan kontroversi. Fakta-fakta yang diangkat oleh novel karya Dan Brown dan kemudian dilayarlebarkan dalam bentuk film, VCD dan DVD dianggap membongkar dasar-dasar kepercayaan Kristen yang bertahan selama 2000 tahun. Sedemikian jauhnya mengeksplorasi hingga akhirnya dianggap telah melecehkan dan menghina Gereja.

Novel tersebut memang benar-benar menghebohkan dan menciptakan kontroversi yang tidak ada habis-habisnya. Novel itu sendiri, menurut BBCNews telah dicetak lebih dari 17 juta dan sekurangnya kini ada 10 buku yang ditulis oleh para teolog Kristen yang mencoba untuk menyanggah isi Novel tersebut. Banyak yang geram dengan novel karya Dan Brown tersebut, karena dianggap melecehkan Yesus, Vatikan, bahkan juga karya Leonardo Da Vinci sendiri.

Dalam daftar novel terlaris di Amerika Serikat, sejak diluncurkan pada 2003, Da Vinci Code terus menduduki peringkat teratas, dan memicu kontroversi hebat. Tidak ada sikap resmi dari Vatikan atas novel tersebut. Namun, pada pertengahan Maret 2005, Kardinal Bertone, orang nomor dua di departemen Kongregasi untuk Doktrin Keimanan Vatikan, menganjurkan agar toko buku Katolik memboikot novel tersebut.
Salah satu alasannya, demikian Bertone, novel itu merupakan kebohongan yang memalukan. Ia khawatir, banyak orang mempercayai kebohongan di dalamnya dan kemudian menganggapnya sebagai sebuah kebenaran. Begitulah. Da Vinci Code memang hanyalah sebuah karya fiksi, dan diakui terus terang oleh penulisnya sendiri, Dan Brown. Akan tetapi novel tersebut telah menggoncang kepercayaan dan tradisi kekristenan.
Tidak mengherankan, bahwa meski Da Vinci Code hanya sebuah novel, sebuah cerita fiksi, tetapi dihadapi dengan begitu serius oleh kalangan teolog Kristen. Novel yang dibaca oleh puluhan juta orang di dunia ini bagaimana pun termasuk luar biasa dan digarap dengan riset yang serius. Filmnya yang dibintangi oleh aktor Tom Hanks dan Audrey Tatou juga laku keras.